Haflah Akhir Sanah Th. 2023
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh
Sebelum kita tampilkan galeri foto Haflah Akhir Sanah Tahun 2023, kita simak artikel tentang keutamaan ilmu dibawah ini.
Keutamaan Menuntut Ilmu dari Sudut Pandang Islam
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah SAW saat
menjadi nabi adalah surat Al- ‘ Alaq yang memiliki arti ‘ Bacalah. ’( QS
Al’alaq 1). Dalam Qur’an Surat Al Alaq khususnya ayat pertama menjelaskan
mengenai perintah membaca. Perintah membaca yang dimaksudkan oleh Allah SWT
dimaknai sebagai seruan untuk membaca buku, membaca kebesaran-Nya, membaca diri
sendiri, maupun alam semesta. Itu juga bisa diartikan bahwa Allah mewajibkan
kepada umatnya untuk menuntut ilmu, agar manusia bisa terhindar dari
ketidaktahuan (kebodohan).
Surah yang terdiri dari 19 ayat ini adalah surah ke-
96 pada Al- Quran dan tergolong dalam surat Makkiyah.
Seperti kata pepatah dalam Islam, bahwa seorang muslim
diwajibkan mencari ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat. Dengan berbekal ilmu pengetahuan, manusia
mampu membuktikan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Melalui surat ini pula,
Allah SWT memerintahkan hamba- Nya untuk mencari tahu siapa Tuhan yang menciptakan
dan memuliakannya.
keutamaan menuntut ilmu diantaranya sebagai berikut :
1.
Orang Berilmu Diangkat Derajatnya
Ini adalah keutamaan menuntut ilmu yang pertama,
dalam Alquran Allah SWT berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا
قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ
لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا
تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan
kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah,
niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah
kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang
yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan
Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
(QS.Al-Mujadalah :11)
Ayat tersebut menjelaskan tentang adab dalam majlis ta’lim.
Adapun yang dimaksud dengan menjaga adab dan sopan santun dalam majelis ilmu
tersebut ialah setiap umat muslim dianjurkan
untuk bersikap lapang di suatu majelis dan senantiasa mempersilahkan orang lain
untuk ikut duduk bersama dalam majelis ilmu, terlebih bagi mereka yang lebih
lemah ataupun yang patut dihormati. Jika hal ini dilakukan, maka Allah juga
akan memberikan keberkahan bagi orang tersebut.
Selain berisi penjelasan tentang menjaga adab dan
sopan santun dalam majelis ilmu,
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memerintahkan pada hamba-hambanya agar gemar menuntut ilmu, serta memberi kemuliaan beberapa derajat bagi mereka yang berilmu pengetahuan.
2.
Ilmu adalah Warisan Para Nabi
Semakin banyak kita belajar, semakin banyak kita
mengambil ilmu, maka semakin banyak kita mendapatkan warisan nabi. Dan para
ulama adalah pewarisnya para nabi.
Sehingga perbanyaklah membaca dan belajar, agar mendapatkan ilmu yang banyak. Karena
segala sesuatu di dunia harus menggunakan ilmu.
Dari Abi Darda’, Rasulullah SAW bersabda :
وإنَّ الْعُلَماءَ وَرَثَةُ الأنْبِياءِ وإنَّ
الأنْبِياءَ لَمْ يُورِّثُوا دِينَارًا وَلا دِرْهَمًا وإنَّما ورَّثُوا
الْعِلْمَ، فَمنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحظٍّ وَافِرٍ
“ Dan
sesungguhnya para Nabi tidak pernah mewariskan uang emas dan tidak pula uang
perak, akan tetapi mereka telah mewariskan ilmu( ilmu syar’i) barang siapa yang
mengambil warisan tersebut maka sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak.
”( HR Abu Daud dan Tirmidzi).
Dari keterangan di atas, kita dapat menggarisbawahi
bahwa memang ilmulah yang lebih penting daripada harta. Itulah sebabnya para
nabi mewariskan ilmu. Lalu bila kita juga mewariskan ilmu kepada generasi
mendatang, maka itu juga mendatangkan kebaikan kepada kita yang tiada putusnya.
3.
Orang Berilmu akan Diberi Kebaikan Dunia dan Akhirat
Kedudukan
ilmu dalam Islam begitu mulia. Ia yang berilmu pasti diberi kebaikan dan
kemudahan dalam menjalankan kehidupannya di dunia maupun di akhirat.
Sebagaimana
Qoul dari Imam Syafi’i :
“Barangsiapa
yang menginginkan urusan dunia, maka wajiblah baginya berilmu. Dan barangsiapa
yang ingin urusan akhirat( selamat di akhirat) maka wajiblah ia memiliki ilmu
juga. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia memiliki
ilmu tentangnya juga.”
Dari Anas Rodliyallohu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,
مَن خرَج في طَلَبِ
العِلمِ، كان في سَبيلِ اللَّهِ حَتَّى يرجِعَ
"Barang siapa keluar dalam
rangka menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai ia kembali."
(HR. Tirmidzi)
4.
Orang Berilmu Dimudahkan Jalannya ke Surga
Surga
adalah idaman setiap muslim. Bahkan, ia menjadi janji dari Allah SWT bagi umat
islam yang melakukan banyak amalan shalih. Oleh karena itu, menuntut ilmu bisa
menjadi salah satu jalan yang bisa kita lakukan untuk menuju surga. Hal ini
sebagaimana sabda Rasulullah SAW, beliau bersabda :
وَمَنْ سَلَكَ
طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا ، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang
siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan
untuknya jalan menuju surga. ” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
5.
Orang Berilmu Memiliki Pahala yang Kekal
Siapa
yang tidak ingin terus mendapatkan pahala meski telah meninggal. Ilmu akan
kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal. Hal ini akan
didapati bagi orang yang bersungguh- sungguh dalam menuntut ilmu. Sebab, ilmu
tersebut bukan hanya bermanfaat untuk dirinya, tapi juga untuk orang lain.
Disebutkan
dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ
إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ
وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka
terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat,
dan anak saleh yang berdoa baginya.” (HR. Muslim)
wallahu muwafiq ilaa aqwaamit thoriq
Wassalamu'alaikum Wrarohmatullahi Wabarakatuh
- Iflachatul Ummah -
_____________________________________
HAFLAH AKHIR SANAH DAN HAUL JAM'UL JAWAMI' TAHUN 2023
Seperti tahun-tahun sebelumnya di setiap bulan Sya'ban, TPQ Sabilul Muttaqin mengadakan acara Haflah Akhir Sanah tahun 2023 / 1444 H dilaksanakan secara terbuka (umum)
setelah beberapa tahun diadakan secara khusus akibat dari virus corona.
Bukan hanya perayaan akhir tahun saja, dalam acara tahunan
ini juga menyematkan acara Haul Jam'ul Jawami' yakni acara kirim
tahlil dan doa yang ditujukan kepada semua ahli qubur warga dsn. Singopadu,
khususnya.
Berikut adalah susunan acara beserta foto-fotonya :
1. Pra Acara
2. Pembukaan
3. Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an
4. Tahlil Massal & Sholawat Nabi
5. Sambutan-sambutan
6. Penghargaan Santri Berprestasi
7. Mauidzoh Hasanah
8. Penutup/Do'a
Sekian dan terimakasih.
InsyaAllah akan update lagi di tahun berikutnya :)


Komentar
Posting Komentar